PENDAHULUAN

Kebutuhan akan sumber tenaga listrik merupakan kebutuhan primer dalam menjalankan operasional kegiatan dalam sebuah gedung. Sumber tenaga listrik dapat diperoleh dari PLN atau dari pembangkit listrik tenaga diesel (genset).

Kebutuhan energi listrik pada gedung begitu vital perannya untuk menjalankan operasional dalam sebuah gedung maka sangat diperlukan metoda yang sangat cermat dalam pemasangan instalasi elektrikal dalam gedung agar  diperoleh hasil yang optimal sesuai dengan standar keamanan serta dapat dipakai, dihuni dan  dinikmati oleh masyarakat luas.

Gedung yang mewah belum menjamin terciptanya suasana yang nyaman bila tidak didukung instalasi listrik yang baik. Resiko kebakaran, boros listrik, dan suasana yang tidak nyaman jika instalasi listriknya asal jadi. Terjadinya kebakaran akibat hubungan singkat atau kabel tidak memenuhi persyaratan, arus lebih yang dapat menyebabkan kebakaran, serta tidak adanya sistem pertanahan ( grounding sistem ) juga salah satu pemicu.

KETENTUAN UMUM

Syarat-syarat jaringan listrik yang ekonomis antara lain :

  1. Flexibilitas

Jaringan harus memberi kemungkinan untuk penambahan beban, tetapi harus dalam batas ekonomis, cadangan tambahan yang berlebihan adalah tidak ekonomis dan merupakan pemborosan.

  1. Kepercayaan

Jaringan instalasi harus dapat diandalkan dan dapat dipercaya, sebab pembebanan oleh peralatan listrik sering tidak dapat dikontrol. Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas bahan-bahan instalasi. Kegagalan –kegagalan peralatan harus dapat diketahui secara dini agar tidak terjadi kecelakaan.

  1. Keamanan

Jaringan listrik harus dirancang sesuai peraturan nasional yang berlaku, tabung-tabung instalasi listrik harus mudah dicapai dan bebas hambatan/halangan fisik.

 1.     PEMBEBANAN

Pembebanan pemakaian jaringan listrik harus dikelompokkan terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan bangunan gedung. Kelompok pembebanan listrik dalam bangunan gedung adalah sebagai berikut:

  1. Pencahayaan listrik
  2. Stop kontak untuk peralatan
  3. AC ( Air Conditioning )
  4. Plumbing ( Pompa Air dan lainnya )
  5. Transportasi ( Lift & Eskalator )
  6. Peralatan khusus ( Laboratorium, computer.dll )
  7. Sistem keamanan ( Pemadam kebakaran dll )
  1. 2.  SISTEM ELEKTRIKAL

A.  Sumber Daya Listrik

Sumber daya listrik dapat di bagi menjadi 2 bagian yaitu :

    1. Instalasi untuk penerangan
    2. Instalasi untuk power ( Lift, AC, Pompa dan lainnya )

B.  Instalasi Tenaga Listrik Siaga ( Standby Power )

Dalam situasi serba kekurangan tenaga listrik dari PLN, perlu di siapkan  instalasi siaga/standby generator, yang beberapa proyek diadakan standby power seperti rumah sakit dan hotel.

Umumnya standby power untuk menggerakan sedikitnya 2 lift, penerangan umum, ventilasi mekanis, sehingga diperlukan sedikitnya 25% standby power.

Kecuali diesel generator set, dipelukan pula UPS (Uninterrupted Power Suplly) untuk ruang computer, ruang operasi rumah sakit , telekom, pencahayaan tangga darurat, fan untuk udara tekan ruang tangga darurat dan lain-lain.

Battery kering yang digunakan lazimnya nickel-cadmium. Untuk kontiunitas suplai tenaga listrik, dipakai instalasi battery yang besar + static inverter, ialah alat untuk merubah DC/ searah menjadi AC/bolak balik.