WLC atau Water level control adalah sebuah alat yang digunakan sebagai pengidentifikasi dari level air di dalam penampung air. Pertanyaannya adalah mengapa dalam bangunan bertingkat butuh WLC. Fungsi utama dari WLC adalah untuk mengontrol kinerja pompa baik itu pompa transfer, pompa sumpit  maupun pompa booster. Kita akan jabarkan satu persatu fungsi terhadap pompa pompa tersebut.

1. Pompa transfer. Pompa transfer adalah pompa yang mengirim air dari ground tank atau tangki bawah menuju ke roof tank atau tangki atas. Mekanisme kerja pompa ini adalah jika air di ground tank penuh dan air di roof tank kurang maka pompa akan  “ON”, jika air di ground tank habis tetapi air di roof tank kosong maka pompa akan selalu “OFF”, jika gound tank penuh air dan roof tank juga penuh pompa harus “OFF”. Semua posisi off atau on pompa di atur oleh WLC yang terdapat di panel kontrol pompa transfer.

2. Pompa booster. Pompa ini berfungsi sebagai pengirim air ke beban tiap unit dalam bangunan. Pompa ini dilengkapi dengan pressure tank sehingga tekanan yang di keluarkan dari pompa ini cukup besar untuk di gunakan dalam bangunan. Mekanisme off atau on nya pompa ini adalah jila roof tank penuh maka pompa akan menyala jika tekanan air dari dalam bangunan berkurang. Pompa tidak akan on jika air yang ada di dalam tanki habis. Semua di kontrol oleh WLC yang ada di dalam Panel kontrol ponpa booster.

3. Pompa Submersible. Adalah pompa yang berada di dalam air atau direndam seperti pompa yang biasa kita lihat di dalam akuarium. Fungsi pompa ini adalah untuk menguras air yang ada di dalam kolam penampung, air di salurkan ke pembuangan luar. Meknisme kinerja dari pompa ini adalah bila level air dalam bak penampung tinggi makan pompa akan hidup. sebaliknya jika level air di kolam penampung rendah maka pompa akan hidup. jika level air di kategorikan sangat tinggi maka ke dua pompa akan menyala. Semua di atur oleh WLC dalam Panel control pompa submersible.