Tujuan utama dalam rancangan dalam sistem plumbing adalah mengalirkan aliran air, gas, steam, dan lain-lainnya. Baik berupa air bersih, air kotor, air bekas, air hujan, berbagai macam gas sesuai dengan keperluannya, uap steam, air panas, dsb.

Laju semua aliran tersebut haruslah dirancang dan dibuat sedemikian rupa, sehingga laju alirannya lancar, baik yang menggunakan bantuan dengan pompa maupun yang grafitasi. Pemipaan harus dibuat seefisien mungkin, tanpa terlalu banyak menggunakan sambungan yang dapat menghambat laju aliran.

Tempat akhir dari suatu perjalanan aliran tersebut juga harus diperhitungkan, seperti aliran air kotor, air bekas, dan air hujan. Ketiga aliran tersebut tidak dapat dijadikan satu dalam pemipaannya, baik yang masih dalam instalasi, riser, maupun yang sudah diakhir pembuangannya.

Tujuan lainnya adalah mengetahui jenis-jenis material yang dipakai untuk masing-masing instalasi, karena masing-masing instalasi menggunakan bahan dan jenis material serta metode penyambungan yang berbeda-beda.

Pengenalan dan pemahaman jenis dan fungsi dari acessories-acessories yang digunakan dalam instalasi plumbing, mengetahui segala macam simbol-simbol dalam gambar kerja, serta jenis-jenis pengetesan dari masing-masing instalasi dan alat-alat yang digunakan.

Sedangkan tujuan dari adanya materi pelatihan plumbing ini sendiri adalah memahami, mengerti dan menguasai dari lingkup pekerjaan plumbing, cara pelaksanaan baik teknik maupun administrasinya dari awal hingga akhir proyek.

  1. LATAR BELAKANG

Latar belakang dibuatnya instalasi plumbing adalah sistem instalasi pemipaan yang dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan suatu penyaluran aliran tertentu ketempat yang diinginkan tanpa menggunakan bahan atau tenaga yang berlebihan, sehingga didalam suatu rumah atau bangunan tertentu, instalasinya akan terlihat rapi, efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku, mudah dan murah dalam perawatan instalasinya, serta sesuai dengan kebutuhan atau keperluan suatu bangunan tersebut.

Sistem plumbing merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan sebuah gedung, pabrik rumah dan lain sebagainya. Oleh karena itu, perencanaan dan perancangan sistem plumbing haruslah dilakukan bersamaan dan sesuai dengan tahapan tahapannya, dan memperhatikan hubungan dengan peralatan lainnya yang terdapat didalam gedung tersebut. Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam mendesign suatu sistem pemipaan plumbing adalah segi jenis gedung yang akan dibangun, jumlah penghuni dalam gedung tersebut, efisiensi instalasi, dan pemilihan material yang akan dipakai.

Dalam tahap rancangan konsep, penelitian dilapangan sangat penting disamping hal tersebut diatas. Penelitian lapangan yang kurang memadai atau tidak lengkap tidak hanya akan menimbulkan kesulitan dalam tahap awal perancangan, tetapi bahkan dapat menyebabkan terhambatnya pelaksanaan pemasangan instalasi. Pertemuan dengan pemilik gedung juga akan membantu dalam proses perancangan sistem instalasi. Dan yang lainnya adalah penyesuaian dengan persyaratan gedung maupun peralatan lainnya. Setelah data data yang didapat semuanya terkumpul, barulah seorang perancang plambing dapat membuat rencana dasar, kapasitas, dan peralatan

peralatan plambing yang akan dipakai, serta instalasinya, yang kesemuanya tersebut dapat berubah sewaktu waktu sesuai dengan perubahan dilapangan.

Didalam kesempatan ini akan kita bahas dari sisi design awal sistem plumbing, dan dalam pelaksanaan sistem plumbing dilapangan dari persiapan awal, pemasangan instalasi, pengetesan, masa perawatan sampai dengan serah terima kepemilik.

DAFTAR ISTILAH DAN SIMBOL – SIMBOL PLUMBING

AB / CW                     =          Pemipaan Instalasi Air Bersih.

AK / SW                     =          Pemipaan Instalasi Air Kotor.

ABK / WW                 =          Pemipaan Instalasi Air Bekas.

AP / HW                    =          Pemipaan Instalasi Air Panas.

VT                                =          Pemipaan Instalasi Vent.

RW / AH                    =          Pemipaan Instalasi Air Hujan

GV                                =          Gate Valve Berfungsi untuk menutup dan membuka aliran air.

CV                                 =          Check Valve. Berfungsi untuk menahan aliran balik air

FJ                                  =          Flexible Joint. Berfungsi untuk menahan getaran yang diakibatkan dari getaran pompa.

STR                               =          Strainer

WM                              =          Water Meter Berfungsi untuk mencatat aliran air yang telah terpakai.

FV                                =          Foot Valve Berfungsi untuk menyaring kotoran, berada di dalam ground tank.

FLV                             =            Floating Valve Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran air yang sistem kerjanya menggunakan bola bandul.

PG                                =          Pressure Gauge Berfungsi untuk melihat tekanan air.

PS                                 =          Pressure Switch Berfungsi untuk memberikan sinyal ke panel pompa, yang terdeteksi dari penurunan tekanan air didalam pipa, untuk menyalakan pompa.

AWH                           =          Anti Water Hammer Berfungsi untuk menahan tekanan balik air yang berada di instalasi riser.

MTP                             =          Main Transfer Pump.

PT                                 =          Primming Tank Tangki yang berfungsi untuk memancing aliran air.

Ground Tank           =            Tempat untuk penyimpanan air, untuk keperluan air bersih dan pemadam kebkaran.

Suction Pit               =            Tempat untuk meletakkan pipa-pipa penghisap dari semua pompa-pompa, yang berhubungan dengan ground tank.

Header                   =             Suatu pipa penghubung yang menghubungkan daribeberapa buah pompa ke pipa instalasi yang ke gedung.

Sewage Pit             =           Suatu bak penampungan yang menampung air buangan dari instalasi air kotor.

Grease Trap           =            Suatu bak penampungan yang menampung air dari instalasi air buangan dapur, dengan fungsi utamanya adalah untuk menjebak lemak-lemak.

Sump Pit                 =           Suatu bak penampungan yang menampung air dari instalasi air bekas dan hujan.

Roof Tank               =           Suatu bak penampungan air bersih yang diletakkan di lantai atap suatu bangunan gedung, untuk melayani kebutuhan air bersih gedung tersebut yang system penyalurannya secara grafitasi.

Over Flow                              Suatu lobang yang dihubungkan ke instalasi air hujan terdekat, berfungsi untuk membuang air yang berada di roof tank apabila meluap / penuh / luber.

Deep Well               =           Sebuah lubang sumur yang dalam, yang didalamnya terdapat sebuah pompa hisap.

Booster Pump         =          Sebuah paket pompa distribusi yang melayani kebutuhan air bersih disuatu bangunan gedung yang letak lantainya berada hanya beberapa lantai saja dari lantai atap.

Sand Filter               =           Sebuah media penyaringan air bersih, yang medianya menggunakan bahan dasar dari pasir.

Carbon Filter           =           Sebuah media penyaringan air bersih, yang medianya menggunakan bahan dasar dari carbon.

WC                               = Water Closed.

UR                                = Urinoir.

LV                               =          Lavatory / Wastafel.

KR                              =          Kran Air.

KZ                               =          Kitchen Zink.

JN                               =          Janitor.

JS                               =          Jet Shower.

SHW                           =          Shower.

CCO                           =          Ceilling Clean Out.

FCO                            =          Floor Clean Out.

FD                               =          Floor Drain.

RD                              =          Roof Drain.

VO                              =          Vent Out.

AAV                            =          Automatic Air Vent.