Kebutuhan akan peringatan dini pada kebakaran saat ini dianggap sudah merupakan syarat mutlak dari suatu bangunan maupun aset bergerak. Ini merupakan salah satu bentuk dari system yang mengedepankan keselamatan pekerja, selain itu juga merupakan mandatory standarisasi untuk mendapatkan pengakuan internasional terhadap kelayakan suatu bangunan ataupun aset bergerak. Kali ini penulis akan mencoba untuk mengakat ke dalam sebuah tulisan mengenai LHD atau Linear Head Detector.

Prinsip dasar dari sebuah system peringatan dini pada kebakaran adalah bagaimana caranya agar sumber titik nyala api dapat terdeteksi dan bisa dilakukan pemadaman awal. Ini sangat penting agar titik api tidak semakin membesar yang akan mengakibatkan kerugian materil maupun inmaterial. Bentuk identifikasi api ada berbagai macam dan salah satunya adalah LHD dimana sensor pada alat ini adalah kenaikan suhu pada suatu benda atau udara sehingga bisa diidentifikasi sebagai bibit titik api. Dengan mengandalkan bahan material yang peka terhadap suhu LHD ini dapat memberikan triger ke sysytem MCFA atau main control fire alarm.

Perencanaan sistem LHD yang baik sangat berpengaruh terhadap kinerja dan fungsi dari LHD itu sendiri. Dalam hal perawatan juga harus diperhitungkan mengingat material ini merupakan material yang peka terhadap suhu sehingga kepekaan tersebut harus senantiasa dijaga performanya. Yang harus diperhatikan saat mendisign sistem LHD adalah posisi penempatan LHD karena jika salah dalam penempatan akan berpengaruh ke responsibility dari LHD. Perhitungan daya rambat suhu dari material yang didesign harus memiliki akurasi yang tinggi karena akan berpengaruh terhadap response time pada saat pemadaman. Yang dikhawatirkan adalah saat terjadi triger kebakaran namun kenyataan di lokasi adalah sudah sedemikian hebat kebakarannya hingga bukan masuk dalam kategori bibit kebakaran. Atau bisa juga terjadi tidak ada triger saat bibit api sudah membesar sehingga akan sia – sia system yang digunakan. Beberapa rumus daya rambat suhu bisa digunakan untuk memperhitungkan posisi terbaik LHD itu ditempatkan yang akan berimbas pada bagusnya response time saat terjadi bibit kebakaran.

Instalasi LHD juga tidak kalah penting. Perlu kajian lapangan dan analisis terhadap material yang akan di cover oleh LHD. Jika pelaksanaan lapangan tidak memenuhi standar instalasi juga akan berpengaruh terhadap legalitas bangunan itu sendiri karena penilaian dari team asuransi maupun dinas terkait akan berada pada nilai dibawah standar. Langkah – langkah kerja pada instalasi LHD harus dilakukan sesuai dengan kondisi dan jenis material yang docover dari langkah – langkah tersebut dapat dibuat sebuah sistem yang baik dan merujuk pada standar internasional.

Iklan

Public Addres dan Sound System

Pada sub bidang elektronika terdapat salah satu cabang pekerjaan yaitu instalasi public addres dan sound system. Dimana cabang dari subbidang elektronika ini merupakan salah satu penunjang untuk dapat bekerjanya system fire alarm secara maksimal, selain itu juga berfungsi sebagai hiburan dari sebuah bangunan yang memiliki fungsi sebagai tempat berkumpul atau bangunan komersil sebagai contol mall, toko buku, gedung bioskop dll. Fungsi utama dari public addres adalah penunjang dari sistem fire alarm tetapi jika berada pada posisi standby bisa juga sebagai entertaiment yang bisa menyuguhkan berbagai alunan musik atau background musik. Sistem utama dari public addres bisa di konfigurasi sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai media informasi dan hiburan. Beberapa peralatan utama dari public addres bisa saya jelaskan sbb :

1. Power amplifier. Perangkat ini merupakan jantung dari sistem tata suara dalam gedung. Memiliki fungsi sebagai pemberi gelombang suara ke unit2 keluaran suara. Disini juga terdapat beberapa bagian dimana sumber suara diolah menjadi gelombang suara. Memiliki beberapa type dan kapasitas yang disesuaikan dengan perangkat keluaran suara.

2. Mixer Amplifier. Perangkat ini memiliki tugas sebagai penjernih suara. Terdapat beberapa konfigirasi yang bisa diatur agar keluaran suara dapat disesuaikan dengan apa yang kita inginkan. Unit ini akan berfungsi maksimal jika perangkat keluaran suara dapat menyesuaikan spesifikasi detail hasil keluaran suara dari mixer amplifier.

3. Selector switch.

Semua bangunan memiliki resiko kebakaran terutama dengan bahan material bangunan yang memiliki titik nyala yang tinggi atau bangunan tersebut digunakan untuk memproses atau menyimpan bahan yang mudah terbakar karenanya perencanaan suatu bangunan harus memperhitungkan semua aspek dari dampak kebakaran. Fire Risk Assessment (FRA) Merupakan bagian dari perencanaan sebuah bangunan selain banyak disiplin ilmu yang lainnya seperti struktur, arsitek, interior dan MEP. FRA lebih bertujuan sebagai sarana untuk mengkaji suatu bangunan dari segi pencegahan dan penanggulangan dampak kebakaran sehingga diperlukan berbagai faktor yang berhubungan terhadap kebakaran secara mendetail agar bisa dilakukan penanganan dengan sistematis berdasarkan banyak aspek yang di pertimbangkan. FRA merupakan produk dari NFPA ( national fire protection association ) dengan kode 551 dan dipubikasikan pada tahun 2007 setelah melalui banyak penelitian dan uji coba sejak tahun 1990. Pada artikel ini penulis mencoba untuk meranggkum dari total 54 halaman NFPA 551 sehingga akan banyak kekurangan materi yang disampaikan terutama jika kajian yang dilakukan lebih spesifik pada tingkat resiko yang tinggi terhadap bangunan. Jika merujuk pada banyaknya materi yang ada di NFPA 551 maka dapat dilakukan beberapa penyederhanaan dan melakukan klasifikasi sebagai berikut.

Tinjauan Bangunan

1. Spesifikasi detail dari bangunan yang akan di kaji meliputi : jenis material bangunan, perkiraan jumlah penghuni dan jam kerja tiap shift

2. Analisa lingkungan dan jenis aktifitas pekerjaan. Melakukan penggolongan tiap aktifitas dan kinerja sistem yang mungkin akan berdampak kebakaran.

3. Perhitungan waktu respon dinas pemadam kebakaran di sekitar lokasi dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan kecepatan respon

4. Zoning perkiraan dari dampak kebakaran pada satu titik sumber api. Melakukan skema kemungkinan dampak area bangunan dari kebakaran

5. Jika bangunan lama maka lakukan interview untuk mencari history kasus kebakaran pada bangunan tersebut.

6. Analisa dan identifikasi terhadap dampak bisnis jika bangunan tersebut terjadi kebakaran

7. Analisa dan identifikasi terhadap dampak kerugian jika bangunan tersebut terjadi kebakaran

Setelah dilakukan kajian mendalam maka dibuatlah matrix antara analisa kemungkinan dan analisa dampak, dari matrix tersebut dapat ditentukan tingkat kebutuhan fire protectionnya agar bisa dibuatkan sistem pemadaman yang cocok untuk bangunan tersebut.

MATV ( Master Antena Television )

Istilah matv akan sering kita dengar jika kita berada dalam lingkungan kerja bidang MEP. Sub bidang matv berada dalam pekerjaan arus lemah bersama dengan cctv dll. Pada dasarnya matv merupakan sebuah sistem distibusi pemancaran gelombang frekuensi yang akan digunakan oleh TV sehingga menghasilkan sebuah pencitraan. Ada banyak part atau perangkat yang terintegrasi sehingga system ini berjalan dengan baik. Dengan standard instalasi yang baik disertai dengan part yang berkualitas akan menghasilkan gambar atau pencitraan di TV yang baik. Kategori baik untuk sebuah gambar TV harusnya

1. Gambar bening tidak berbintik

2. Suara jernih disesuaikan dengan kualitas keluaran suara

3. Gambar tidak patah atau kabur

4. Kesetaraan kualitas pada setiap TV jika unit TV banyak

5. Respon perpindahan chanel yang konsisten

Untuk bisa mencapai kualitas dari ke 5 item diatas. Harus dilakukan instalasi dan testing yang mengikuti standard yang baik. Mengingat ini merupakan arus lemah maka perlakuannya pun harus memahami karakteristik dari perangkat2 yang ada di system. Setiap perangkat memiliki kapasitas dan ukuran yang harus disesuaikan dengan beban tiap titik outlet MATV. Untuk sumber frequensi terbagi atas dua yaitu :

1. TV free on the air. Sumber ini bisa menggunakan perangkat antena biasa ataupun antena parabola. Berbeda perlakuan penempatan pada dua antena tersebut.

2. TV berbayar. Sumber ini banyak digunakan di bangunan yang memiliki standard tinggi. Karna beban pembayaran bulanan akan mahal dikarenakan tiap titik TV akan dikenakan tagihan. Dengan sumber kualitas yang bagus harus didukung dengan intalasi MATV yang bagus juga supaya hasilnya maksimal.

Dari ke dua sumber diatas harus bisa dilakukan pendistribusian frequensi yang stabil dan konsisten untuk tiap2 beban TV. Jika tidak dilakukan dengan benar maka akan sangat percuma jika sumber yang ada sudah sudah tergolong baik. Dikarenakan pentingnya instalasi pendistribusian matv sebaiknya ini dilakukan oleh orang2 yang sudah berpengalaman dan pemilihan material yang tepat. Akan sangat disesalkan jika pada saat testing terjadi hal yg tidak diinginkan seperti gambar bintik atau kabur karena instalasi matv merupakan sistem yang dibangun pada saat bangunan di buat tetapi akan dilakukan pengetesan pada saat smua pekerjaan arsitek sudah selesai. Biasanya akan berdampak pada pekerjaan finising jika terjadi gambar yang jelek dll karna akan dilakukan penarikan ulang kabel utama dan instalasi dimana akan berimbas pembobokan dinding dan plafon pada pekerjaan finising. Beberapa material yang umumnya digunakan pada pekerjaan matv :

1. Headend matv. Perangkat ini berada tepat setelah dari sumber penerima frequensi. Perangkat ini bertugas untuk mencari signal yang pas dari stasiun TV. Dan dilakukan pengumpulan siaran tv sebelum dilakukan pendistribusian. Di system ini juga dilakukan kalibrasi parabola jiga mengunakan free jaringan.

2. Booster. Perangkat ini berfungsi sebagai penguat sinyal yang dihasilkan oleh headand. Karna titik beban matv yang banyak dan jarak yang jauh alat ini menjadi sangat dominan untuk menhasilkan gambar dan suara yang berkualitas. Perangkat ini biasanya diletakan di dalam shaft atau di atas plafon. Dengan membuat arus masuk dari headend dan di teruskan ke pendistribusian.

3. Kabel matv. Kabel ini berpengaruh terhadap kualitas gambar dikarenakan pendistribusian akan baik jika glombang frequensi di salurkan melalui kabel yang baik juga. Bisa dilakukan pembedaan ukuran pada tiap2 beban TV disesuaikan dengan jumlah beban.

4. Spliter. Part ini bertugas untuk melakukan pencabangan pada jalur utama agar bisa dilakukan pendistribusian pada tiap titik TV. Terdapat beberapa kapasitas percabangan. Yaitu 3, 4, 6 dan 8 percabangan denga 2 diantaranya adalah kabel utama.

5. Outlet TV. Outlet ini bertugas menyalurkan frequensi menuju TV. Instalasi outlet ini harus baik karna akan berpengaruh ke kualitas gambar TV

6. Tap point. Ini digunakan untuk mengetahui bagaimana kualitas gambar pada kabel2 jaringan yang dipasang.

Dari ke enam item diatas seluruhnya diintegrasikan. Dan dilakukan pengetesan parsial

Demikian sedikit informasi mengenai matv.

Terima kasih

Salam

Konsultanmeonline

Proteksi Kebakaran Desain dengan FM 200

FM 200 adalah agen halocarbon diterima sebagai alternatif halon untuk sistem penindasan banjir api total. Setelah menerima sinyal api, FM 200 dibuang sama sekali dari silinder dalam waktu 10 detik untuk mengisi ruang seragam pada konsentrasi desain untuk memadamkan api. Agen itu dipertahankan pada konsentrasi desain di ruang angkasa untuk jangka waktu yang disebut ‘Tahan Time’-untuk memadamkan api. Setelah waktu Tahan, ketika api dipadamkan, agen habis dari ruang dengan exhaust fan sebelum inspeksi apapun dilakukan.
Untuk desain sistem, NFPA Kode 2001, “Standar pada Sistem Api Agen Bersih pemadam” diikuti. Kode ini merekomendasikan bahwa sistem dirancang oleh seorang desainer agen bersih berkualitas pemadam sistem. Hal ini terkadang tidak langsung berarti perancang sistem wewenang kepada pemasok agen.
Lingkup Desain

1

FM 200 desain meliputi penentuan jumlah agen, tata letak pipa, penurunan tekanan melalui pipa dan aksesoris, serta memperbaiki lokasi dan jumlah nozel debit untuk distribusi seragam agen di seluruh ruang. Ini juga termasuk menentukan kepadatan mengisi silinder agen untuk mengurus penurunan tekanan melalui sistem, untuk menentukan jumlah silinder.
Dari atas, jumlah agen yang diperlukan untuk banjir total ruang ditentukan secara independen berdasarkan konsentrasi desain dari agen diperlukan untuk jenis api akan padam, Tunggu Waktu untuk memadamkan api, kuantitas tambahan yang diperlukan untuk mengurus kebocoran , dll
Tentatif pipa ukuran dan pipa routing dengan lokasi nozzle dilakukan oleh pemilik atau insinyur selaras dengan fasilitas lainnya dalam ruang tersebut. Hal ini, bagaimanapun, diselesaikan oleh perancang sistem wewenang kepada agen pemasok berdasarkan program penurunan tekanan perangkat lunak untuk dua fase aliran agen. Untuk menjaga penurunan tekanan sistem dan untuk membangun tekanan yang dibutuhkan di nozel, agen resmi menentukan kepadatan agen isi dalam silinder. Mereka juga menyelesaikan jumlah silinder berdasarkan kepadatan timbunan dan ukuran standar silinder mereka.

Kawasan Lindung

2

Wilayah yang akan dilindungi diidentifikasi dari analisis resiko kebakaran tanaman dan berbagai kode (seperti NFPA, dll). Persyaratan dipandu oleh kekritisan fungsional dari sistem dilindungi, jumlah kerugian yang terlibat, premi asuransi kebakaran, dll

Desain Filsafat

3

Sebuah kasus khas melindungi pembangkit listrik menggunakan sistem 200 FM penindasan total adalah dasar untuk informasi desain berikut. Desain Code: NFPA 2001, “Agen Sistem Api Bersih pemadam,” adalah kode yang mengatur untuk merancang sistem, dan NFPA 72, “Nasional Kode Fire Alarm,” diikuti untuk memperbaiki sistem alarm kebakaran, merupakan bagian penting dari agen bersih Total penekanan sistem.Konsentrasi Agen: Sejak FM 200 adalah item yang paling mahal dari sistem total, analisis yang cermat diperlukan sebelum memperbaiki konsentrasi yang dibutuhkan dan jumlah total agen.
Mengenai konsentrasi desain agen, ada panduan yang tersedia, seperti:
* 120% dari nilai burner cup diverifikasi oleh daftar / persetujuan tes, konsentrasi desain minimum (% V / V) FM 200 adalah 7%, (lihat Tabel 4-7,5 Berat dan Volume Penyimpanan Data Setara alternatif Halocarbon Teknologi Baru Gas ‘ SFPE Buku Pegangan tentang Rekayasa Fire Protection).
• Konsentrasi agen yang sama dari 7% diterima oleh Pabrik Mutual (FM) sebagai konsentrasi agen desain.
• Underwriters Laboratories (UL), bagaimanapun, merekomendasikan konsentrasi agen desain sebagai 7,44%.
Untuk memuaskan baik FM dan UL, tampaknya bijaksana untuk mempertimbangkan konsentrasi desain sebagai 7,44% volume. Agen pemasok 200 FM berwenang biasanya merekomendasikan 7% sebagai konsentrasi desain, berdasarkan pengalaman mereka dengan jenis api diantisipasi dalam kawasan lindung. Peningkatan konsentrasi agen dari 7% menjadi 7,44% memiliki tolakan pada biaya agen. Jika memungkinkan, rekomendasi dari AHJ (Kewenangan Yurisdiksi) harus diminta sebelum memperbaiki konsentrasi desain agen.
Batas maksimum konsentrasi 200 FM dibatasi oleh NFPA 2001 karena pertimbangan keamanan efek toksikologi dan fisik pada kehidupan manusia.
NFPA 2001 Huruf a-1-5.1.2 merekomendasikan tingkat konsentrasi berikut FM 200 di kompartemen yang dilindungi:
• Tidak ada Tingkat Efek samping diamati (NOAEL)-Konsentrasi 9% dan di bawah (% V / V)
• Diamati Tingkat Terendah Efek samping (LOAEL)-Konsentrasi di atas 10,5% (% V / V).
Jumlah Agen: Rumus disebutkan dalam Klausul 3.5.1 dari NFPA 2001 digunakan untuk perhitungan kuantitas awal dari persyaratan agen. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Dimana:
W = Berat Agen Bersih, lb / ft..
T = suhu diantisipasi minimum volume dilindungi, derajat F.
k1 dan k2 = konstanta khusus untuk agen bersih yang digunakan (FM 200), nilai-nilai yang harus diambil dari Tabel 3-5,1 (a) dari NFPA 2001.
C = 200 FM desain konsentrasi,% volume. Seperti yang telah kita temukan, C = 7,44%.
V = Volume bahaya.
S = k1 dan k2 (T) adalah persamaan linier ditentukan oleh kurva kuadrat terkecil fit teknik dari data yang diberikan oleh produsen agen bersih. Konsep-konsep nol adalah k1 dan k2 adalah lereng.
Bahaya volume (“V”) dalam rumus di atas adalah volume ruang dilindungi. Kadang-kadang volume yang ditempati oleh HVAC ducting dalam ruangan sampai dengan peredam isolasi pertama ditambahkan dengan volume ruang, ketika ruangan dilengkapi dengan langit-langit dan saluran ini berjalan dalam ruang di atas langit-langit.
Mengenai pemilihan suhu di dalam kawasan lindung, NFPA merekomendasikan suhu diantisipasi minimum.Perancang sistem berwenang biasanya mempertimbangkan suhu lazim di dalam kamar, yang ber-AC. Persyaratan jumlah agen meningkat dengan suhu yang lebih rendah dari volume dilindungi. Namun, selama kondisi abnormal, seperti pabrik berada di bawah pemeliharaan, ketika sistem HVAC tidak berjalan, suhu ruangan di ruangan itu bisa mencapai suhu minimum di luar ruangan. Oleh karena itu bijaksana untuk mempertimbangkan suhu di luar ruangan minimum umum dari data klimatologi dan bukan suhu desain minimal yang ditentukan untuk pemilihan peralatan lainnya sebagai suhu diantisipasi minimum untuk perhitungan agen.
Untuk memadamkan api secara efektif, konsentrasi agen desain adalah untuk dipertahankan di dalam ruangan untuk jangka waktu yang disebut “Tunggu Waktu.” Selama Tahan Waktu, campuran udara-agen diharapkan bocor dalam kasus kandang tidak dibuat sempurna kebocoran-ketat. Jadi, untuk menjaga konsentrasi desain hingga akhir Waktu Tahan, jumlah agen yang berasal per Formula 1 ini mendongkrak oleh kuantitas kebocoran diharapkan untuk awalnya debit kuantitas lebih tinggi dari agen dari yang dibutuhkan untuk konsentrasi desain. Ini secara efektif akan meningkatkan konsentrasi zat awal lebih dari konsentrasi desain (7% atau 7,44%). Konsentrasi agen awal, bagaimanapun, akan turun ke konsentrasi desain karena kebocoran agen selama periode Tahan Waktu.
Agen Kebocoran dan Pengaruh Ketinggian: Kebocoran dari agen dari kandang merupakan masalah penting untuk menjaga konsentrasi agen diinginkan di dalam kandang selama Tahan Waktu yang dibutuhkan untuk memadamkan api.
Jumlah FM 200 banjir dalam waktu singkat dari 10 detik tiba-tiba akan meningkatkan tekanan di dalam ruangan karena ekspansi agen. Kenaikan mendadak pada tekanan akan, bagaimanapun, mati bawah tekanan ruang normal dalam waktu singkat pada keadaan diam. Karena itu, ada kemungkinan kebocoran pada saat debit dan juga selama keadaan diam karena campuran udara-bahan yang lebih berat di dalam ruangan dibandingkan dengan udara luar.
Kebocoran akibat ekspansi di saat dikeluarkan termasuk dalam Formula 1 dalam menghitung jumlah agen awal per NFPA 2001. (Perhitungan ini mencakup penyisihan kebocoran normal dari kandang “ketat” karena ekspansi agen.) Dengan demikian, setiap kebocoran dari ekspansi mendadak FM 200 di debit awal tidak dipertimbangkan lebih lanjut untuk kandang ketat, yang tidak memiliki besar pembukaan yang sulit untuk menutup.
Selama keadaan diam, karena perbedaan densitas antara campuran udara 200 FM dalam ruangan dan udara luar ruangan, campuran FM 200 dan udara akan bocor keluar ruangan melalui area kebocoran. Per rekomendasi NFPA, tinggi ruangan dianggap sebagai kepala statis untuk kebocoran.
Untuk lebih tepat, tingkat kebocoran ditentukan oleh Fan Pintu Uji Tekanan, seperti yang direkomendasikan oleh NFPA 2001. Seperti selama tahap desain, nilai kebocoran tersebut tidak dapat dicapai oleh tes Fan Pintu; tingkat kebocoran diestimasi berdasarkan daerah kebocoran mungkin, seperti kebocoran melalui celah-celah pintu, kesenjangan peredam, ubin lantai mengangkat, dll
Kebocoran Melalui Kesenjangan Pintu: Ini adalah bijaksana untuk menghitung tingkat kebocoran melalui celah-celah pintu dari ASHRAE (American Society of Heating, pendingin dan Air-conditioning Engineers) rumus, sebagai berikut:
Dimana:
Pc = gx H0 x (rm – ra), per Persamaan 1 Klausul B-2.6.1.3 NFPA 2001.
g = Percepatan gravitasi
rm = FM 200 dan kepadatan campuran udara, kg/m3. Lihat NFPA 2001 Klausul B-2.7.1.4.
ra = Air densitas, kg/m3.
H0 = Tinggi langit-langit, m.
Kebocoran Melalui Ubin Lantai Dibesarkan: Kebocoran oleh difusi melalui ubin lantai atap mengangkat dianggap hanya ketika lantai mengangkat ruang dalam isolasi dilindungi oleh FM 200. Ketika kedua ruangan dan lantai mengangkat dilindungi oleh FM 200, kebocoran tersebut melalui lantai diajukan adalah tidak dianggap, sebagai agen habis secara bersamaan untuk kedua ruangan dan lantai yang dibangkitkan dari sinyal api dari salah satu spasi.
Kebocoran Melalui Penetrasi Dinding: Penetrasi untuk balapan kabel dan pipa melalui firewall disegel untuk mencapai sesak kebocoran paling sempurna mungkin dan membatasi kebocoran melalui penyegelan penetrasi.
Kebocoran Melalui Kesenjangan Damper: Dampers ditempatkan di dalam saluran HVAC, yang diarahkan dekat langit-langit dari volume tertutup. Dengan demikian, selama negara diam, ketinggian statis jawab atas kebocoran akibat perbedaan densitas antara campuran udara-agent dan udara luar harus menjadi diameter saluran bulat atau tinggi untuk saluran persegi panjang. Untuk menyederhanakan, untuk tujuan praktis, kepala statis yang sama, yaitu tinggi ruangan, dianggap untuk penentuan kuantitas kebocoran melalui damper. Untuk tujuan estimasi, lebar retak dari 0,0016 mm (sama seperti pintu) dapat dianggap di sekeliling saluran untuk mendapatkan area kebocoran untuk damper Kebocoran untuk Ceiling Suspended:. Hal ini tergantung pada jenis perlengkapan yang digunakan pada langit-langit . Biasanya, langit-langit terbuat dari sejumlah panel terhubung bersama-sama dengan klip di mana kebocoran tidak diharapkan. Dengan langit-langit di atas, tidak ada ketinggian statis dari campuran udara-agen untuk kebocoran pada keadaan diam.

Pengaruh Ketinggian: Pada ketinggian di atas permukaan laut, FM 200 mengembang menjadi uap tertentu yang lebih besar. Sebuah sistem yang dirancang untuk permukaan laut akan mengembangkan tingkat konsentrasi yang lebih besar pada ketinggian yang lebih tinggi. Untuk mengoreksi efek dari ketinggian yang lebih tinggi, jumlah agen berkurang dengan faktor tersedia di pemotongan katalog perancang sistem yang berwenang.

Agen Tahan Waktu: Ini adalah waktu yang diperlukan untuk memegang agen di dalam kandang pada konsentrasi yang diinginkan hingga api dipadamkan. Tahan Waktu, yang bertumpu dengan jenis api, barang-barang di bawah api, tingkat kebakaran, dll, umumnya ditentukan oleh AHJ, mungkin berdasarkan data statistik atau percobaan.
Untuk tujuan praktis, nilai-nilai tersebut biasanya tidak tersedia ketika desain sistem siap. NFPA 2001 Klausul B-2.7 untuk waktu tinggal dapat diikuti untuk memperkirakan Tahan Waktu.
Dalam Klausul B-2.7.1.7, NFPA 2001 memberikan rumus untuk menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mempertahankan tingkat antarmuka menurun dari campuran udara agen pada atau di atas ketinggian yang diperlukan untuk konsentrasi agen minimum dalam ruangan. Level interface dari campuran agen udara turun akibat kebocoran agen dari kandang. Per Klausul B-2.7.2 NFPA 200a, kali ini dapat dianggap sebagai Tahan Waktu saat tidak ada nilai tertentu yang sama tersedia.
Rumus untuk menghitung NFPA Waktu Tahan adalah sebagai berikut:
Dimana:
t = Waktu, detik. Kandang ini diharapkan dapat menjaga antarmuka turun di atas H untuk waktu t. Ini adalah Tahan Waktu maksimum yang diharapkan untuk bahaya.
C3 = Konstan untuk penyederhanaan persamaan.
C4 Konstan untuk penyederhanaan persamaan =.
AR = Room lantai area, m2.
AT daerah kebocoran = Total m2.
g = Percepatan gravitasi, 9,81 m/sec2.
PSH = Tekanan Statis selama debit, Pa
PSH = 0,25 PC, maks. Lihat NFPA 2001 Klausul B-2.5.2.3.
PC = Tekanan akibat kolom agen (perbedaan densitas), Pa
PC = g H0 (rm – ra). Lihat Pasal 200a NFPA B-2.6.1.3.
rm = FM 200 dan kepadatan udara campuran, kg/m3. Lihat NFPA 2001 Klausul B-2.7.1.4.
ra = Air densitas, kg/m3.
H0 = Tinggi langit-langit, m.
H = Tinggi antarmuka dari lantai, m.
H = H0 (CF / C). Lihat Klausul B-2.7.1.6 NFPA 2001.
CF = konsentrasi agen Akhir, 7,44% (diasumsikan, seperti disebutkan sebelumnya, untuk mempertahankan konsentrasi desain untuk memadamkan api).
C = konsentrasi awal agen, sebagai berasal dari jumlah total 200 FM habis dalam volume dilindungi.
Dalam kasus apapun, Tahan Waktu tidak kurang dari sepuluh (10) menit, yang merupakan nilai generik tradisional untuk memadamkan api.

Setiap tahun inovasi peralatan dari MEP terus ada sehingga efisiensi dari sebuah kebutuhan semakin mungkin untuk terpenuhi dan berdampak pada efisiensi biaya perawatan dan pemakaian yang lebih bisa di tekan. Beberapa peralatan utama yang mengalami perubahan inovasi diantaranya :

1. Peralatan Penyejuk Udara. AC Split. Pada awal di ciptakan AC Split merupakan suatu alat yang besar karna antara condensor dan evaporaptor menjadi satu yang tak terpisahkan. Seperti contoh AC Split type window. Beberapa kekurangan dari type ini diantaranya adalah kubikasi yang besar, daya listrik yang besar, tidak ramah lingkungan dan berisik. Inovasi dari unit type ini ada banyak type yang terbaru adalah type ac split inverter. Ac dengan jenis ini memiliki kelebihan yaitu hemat listrik karena kinerja kompresor diatur sedemikian rupa sehingga putarannya selalu dinamis sesuai dengan kebutuhan pendinginan jika tipe yang lama hanya bisa mati dan hidup sedangkan tipe inverter bisa mati, pelan dan kencang yang akan berimbas pada hematnya pemakaian listrik.

2. Pemanas air. Dahulu alat pemanas air atau boiler menggunakan gas atau solar oil sebagai bahan pembakar atau burner dimana biaya yang di butuhkan tidak sedikit. Memang di banding keduanya lebih hemat menggunakan gas itupun bila menggunakan gas alam, jika menggunakan gas elpiji tak terpaut jauh harganya. Inovasi dari boiler adalah Heatpump atau pompa pencari panas, heatpump menggunakan listrik sebagai sumberdayanya.

3.BAS ( Building Automation System ). Saat ini setiap perangkat MEP seperti pompa, lampu dan equipment laninnya dapat di atur sedemikian rupa sehingga lebih efisien dan hemat energi. Perinsip kerja dari sistem ini adalah merubah sinyal analog dari sebuah equipment menjadi sinyal digital sehingga dapat dikenali komputer. Kinerja dari equipment tersebut di olah oleh perangkat lunak yang ada di dalam komputer sehingga bisa di atur secara LAN ataupun WAN.

SISTEM FIRE ALARM

JENIS PENGINDRA KEBAKARAN

  1. Smoke Detector

Fungsi : Pengindra kebakaran yang menggunakan asap sebagai identifikasi kebakaran. Asap akan terjadi bila api membakar material yang mudah terbakar.

Penggunaan:

– Ruangan yang tertutup

– Di ruangan tersebut banyak peralatan elektronik yang riskan akan terbakar

– Di ruangan banyak terdapat kabel kabel listrik yang rentan terbakar

Aplikasi ruangan

– Kamar hotel, apartemen atau kosan

– Gudang tertutup

– Ruang server, panel atau ruang contro

2. Rate of rise detector

Fungsi :Pengindra kebakaran yang menggunakan kenaikan suhu di sekitar sebagai identifikasi kebakaran. Setelah api membakar material akan muncul asap dan bila belum teridentifikasi kebakaran akan menimbulkan suhu tinggi.

Penggunaan

– Ruang terbuka

– Di sekitar detector banyak material / sumber panas yang rentan terbakar

Aplikasi ruangan :

– Lobby hotel

– Koridor

– Ruang kantor

– Parkiran

3. Fixed detector

Fungsi : Pengindra kebakaran yang menggunakan suhu tertinggi yaitu 57 drajat Celsius untuk menyalakan detector.

Penggunaan :

– Dia ruangan yang terdapat equipment sumber panas.

– Ruangan tertutup yang memiliki suhu ruang yang tinggi

Aplikasi ruangan :

– Ruang genset

– Dapur

– Ruang spa

4. Beam detector

Fungsi : Pengindra kebakaran pendeteksi asap dan panas dari ruang yang tinggi

Penggunaan : Diruang yang tinggi. Detektor ini di tempatkan di dinding dengan ketinggian 4 atau 5 meter dalam ruang yang tinggi tak terhingga. Sistem kerja menggunakan infra merah yang memancar dan menerima

Aplikasi ruangan : Aula, Ball room, Stadion dll

MCFA, ANNUNCIATOR DAN PANEL KONTROL

MCFA ( Main control fire alarm )

Berfungsi sebagai pusat pengolahan data dari detector yang terpasang pada bangunan. Dari MCFA memiliki beberapa output diantaranya adalah :

  1. Output ke fire alarm equipment

Untuk menyalahkan bell dan flasher lamp yang biasanya ada di indoor hydrant box

2. Ke pressurize fan

Untuk menyalakan fan yang berada di atap tangga kebakaran sebagai pensupply udara segar agar masuk ke dalam tangga kebakaran

3. Ke panel control lift

Untuk memberikan sinyal kebakaran ke panel lift agar lift di posisikan ke lantai paling bawah dan tidak dapat di gunakan

4. Ke Sound system gedung

Untuk menghidupkan suara evakuasi kebakaran dan peringatan kebakaran

5. Ke annunciator

ANNUNCIATOR